Bertempat di Ruang Showcase Metaverse pada Kamis, (6/10/2022), Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) Kampus Ciputat, diadakan seremoni penandatanganan perjanjian kerja sama mengenai kemitraan verifikasi ijazah antara ITB Ahmad Dahlan Jakarta dengan PT Integrity Indonesia, sebagai perusahaan pemilik layanan Education Verification. Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Mukhaer Pakkanna, S.E., M.M., selalu Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta, dan Edouard Helfand, Managing Director PT Integrity Indonesia. Acara ini dihadiri juga oleh beberapa pejabat kampus dan perwakilan dari PT Integrity Indonesia. Dalam sambutannya, Edouard Helfand menyampaikan pentingnya verifikasi ijazah karena saat ini banyak perusahaan dan organisasi yang mengedepankan kepatuhan. Terkait dengan fungsi kepatuhan yang semakin ketat, maka perusahaan diharapkan melakukan verifikasi data kandidat karyawannya. “Dengan Education Verification, pihak universitas juga dapat semakin efisien, baik dari sisi waktu maupun tenaga, karena tidak perlu lagi melayani permintaan verifikasi ijazah alumninya dengan cara konvensional. Layanan satu pintu Education Verification memanfaatkan teknologi untuk melakukan fungsi tersebut,” tambah Edouard. Senada dengan sambutan Edouard, Mukhaer Pakkanna mengatakan bahwa pihak ITB Ahmad Dahlan Jakarta menyambut baik kerja sama ini. “Kerjasama ini juga momentum uji coba platform verifikasi sebelum kami akhirnya menawarkan sistem ini kepada seluruh organisasi di bawah Muhammadiyah,” terang Pak Mukhaer. Sebagai informasi, ITB Ahmad Dahlan Jakarta merupakan salah satu institusi pendidikan yang bernaung dalam organisasi Muhammadiyah. ITB Ahmad Dahlan Jakarta telah mempercayakan Minerva Education sebagai platform satu pintu untuk melayani datangnya permintaan verifikasi ijazah para alumninya dari perusahaan yang sedang merekrutmen calon karyawan. “Dengan adanya kerjasama ini, kami berharap para alumninya dapat diserap lebih cepat di pasar tenaga kerja,” pungkas Mukhaer. Artikel Penandatanganan Kerjasama Verifikasi Ijazah ITB-AD Jakarta dengan Minerva Education pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.
ITB-AD Jakarta Gelar FGD Naskah Akademik KUR Bagi Dosen, Guru, Dokter dan Perawat
Kamis kemarin (6/10), Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Usulan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Tenaga Profesi terutama tuk dosen, guru, dokter, dan perawat di Kantor PT Bank Sinarmas, Gedung Roxy Square. Hadir dalam kegiatan tersebut Kemenko Perekonomian RI yang membidangi KUR, dan hadir pula Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PGRI, beberapa Majelis terkait di persyarikatan Muhammadiyah, dan pihak perbankan. Secara umum, lembaga-lembaga profesi itu sangat mensupport tawaran Naskah Akademik yang disusun Tim ITB Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) Harapannya bagi peserta melalui kegiatan ini, agar pembiayaan untuk tenaga profesi di atas, masuk ke dalam skema KUR yang eksis. Sehingga selain KUR tuk usaha kecil, usaha mikro, usaha supermikro, usaha khusus, dan usaha TKI di luar negeri, nanti usaha Tenaga Profesi (dosen, guru, dokter, dan perawat) juga akan tertera. Mukhaer Pakkanna selaku Rektor ITB-AD Jakarta menjelaskan alasan pihaknya memperjuangkan KUR untuk tenaga profesi. “Cukup banyak alasan. Pertama, kami ingin mengajak tuk bersama2 bertanggungjawab meningkatkan kualitas dan kompetensi Tenaga Profesi itu. Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan adalah pilar masa depan bangsa. Lost generation yg selama masa pandemi Covid-19 terjadi, menuntut akselerasi kebutuhan kuantitas, kualitas dan kompetensi. Apalagi bonus demografi sebentar lg akan menyusut jika tidak disangga oleh dua pilar tenaga profesi itu,” jelasnya. Kedua, rasio jumlah guru, dosen, dokter, perawat, yang spesialis dan memiliki kompetensi kependidikan masih sangat rendah. Tidak mungkin, bangsa kita akan unggul pada 2045 jika rasio yg rendah itu tidak ditangani secara terencana dan terlembaga. Ketiga, bantuan pendanaan untuk peningkatan kuantitas dan kualitas terhdp tenaga profesi sangat terabatas dari Negara. Berapa banyak beasiswa yang bisa diberikan? LPDP, beasiswa Kementerian terkait, Pemda, dan lainnya, setali tiga uang. “Karena harapan bantuan atau beasiswa dari Negara limitatif, tawaran kami adalah masukkkan ke dalam skema KUR yg baru. Sehingga pembiayaan kepada tenaga profesi lebih tepat sasaran. KUR melalui lembaga keuangan dgn pricing yg rendah sangat membantu bagi tenaga profesi itu, Mereka akan mendapatkan subsidi, tenor yg fleksibel, dan mudah dijangkau,” imbuhnya. Lebih lanjut, Mukhaer menerangkan bahwa para tenaga profesi itu siap “mengorbankan” jaminan pembiayaan berupa ijazah, SK, dan lainnya dengan harapan pengabdian demi masa depan bangsa. “Semoga Pemerintah membertimbangkan caveat Naskah Akademik ini,” tutupnya Mukhaer. Artikel ITB-AD Jakarta Gelar FGD Naskah Akademik KUR Bagi Dosen, Guru, Dokter dan Perawat pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.
Kuliah Perdana ITB-AD Tahun 2022, Usung Tema Generasi Muda, Pembangunan Daerah, dan Tantangan Masa Depan
Mengawali perkuliahan Tahun Akademik 2022/2023, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) menggelar Kuliah Perdana pada Sabtu, (24/9) di Auditorium Syafruddin Prawiranegara, ITB Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) Kampus Ciputat. Diikuti 1000 peserta, yang terdiri dari Mahasiswa Baru dan Dosen ITB-AD, kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Muda, Pembangunan Daerah, dan Tantangan Masa Depan”. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini dihadiri Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sebagai Keynote Speaker pada acara ini, Yana Aditya, Direktur Utama PT Transjakarta, selaku narasumber dan Din Syamsuddin selaku Tokoh dan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang memberikan orasi kebangsaan. Hadir pula dalam kegiatan ini, jajaran Senat Akademik ITB-AD yang membuka dan menutup acara serta memberikan motivasi kepada mahasiswa baru ITB-AD. Mukhaer Pakkanna selaku Rektor ITB-AD mengatakan dalam keterangan bahwa kampus ITB-AD adalah tempat untuk teman-teman semua untuk belajar dan dan telah berada digerbang kesuksesan. “Disini teman-teman akan dikembangkan potensinya, ditingkatkan keterampilannya, sebagai modal untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kesuksesan sudah di depan mata, Anda sendiri yang akan menentukan. Orang yang malas dan banyak menyia-nyiakan waktu akan tergerus oleh zaman,” ujar Mukhaer dalam keterangannya, Senin (26/10). Mukhaer selanjutnya berharap bahwa mahasiswa baru ITB Ahmad Dahlan Jakarta mampu berkarya sesuai dengan bidangnya dan mewujdukan visi yaitu Socio Technopreneur University. “Jadilah akuntan, manager, desain grafis, content creator, arsitektur, engineer, developer IT, dan jadilah saudagar yang berjiwa sosial yang mampu memanfaatkan teknologi dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan berbisnis, saya yakin Anda semua dapat merealisasikan tagline kampus kita yaitu Socio Technopreneur,” kata Mukhaer. Sandiaga Uno sebagai pembicara kunci memberikan apresiasi atas terselenggaranya Kuliah Perdana ITB Ahmad Dahlan Jakarta tahun akademik 2022/2023. “Generasi muda adalah ujung tombak keberhasilan negara dalam pembangunan SDM yg berkelanjutan, peran nyata generasi muda sebagai penggerak ekonomi kreatif di era globalisasi ini diharapkan mampu menyokong keberlangsungan ekonomi bangsa menghadapi tantangan masa depan,” terang Sandiaga Uno dalam video ucapan yang dikirimkan pada Sabtu, (24/10). Sandiaga Uno juga mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang resilience dan memupuk jiwa entrepreneur di dalam diri sendiri. “Jadilah wirausahawan sektor ekonomi kreatif, ber-fastabiqul khoirot, berlomba lomba, karena sumber daya utama adalah kreatifitas yang bersifat orisinil, unik dan terbarukan. Kuliah umum ini semoga dapat menjadi wadah kolaborasi untuk menambah wawasan dan memunculkan ide-ide inovatif demi kemajuan bangsa,” pungkasnya. Sementara Yana Aditya menjelaskan bahwa PT Transjakarta bersedia untuk menjadi mitra kampus untuk melaksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Kami akan sangat terbuka bagi mahasiswa dan mahasiswi yang ingin melakukan riset atau magang di transjakarta, ini sebagai komitmen kami untuk membantu kampus agar dapat melaksanakan Tridharma Perguruan tinggi. Kami juga siap menghadirkan para praktisi kami untuk sharing knowledge di kampus ITB Ahmad Dahlan Jakarta,” tutur Yana pada Sabtu (24/10). Yana Aditya juga berharap agar para mahasiswa dapat menjadi penggerak ekonomi di era modern ini, dan dapat berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk dalam mendukung angkutan publik yang disediakan pemerintah. tungkasnya. Dilanjut dengan Orasi Kebangsaan, Din Syamsuddin menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang sangat menekankan pentingnya ekonomi dan bisnis. “Banyak ayat Al-Quran dan hadist yang menyuruh kita bekerja, berusaha dan menjadi orang kaya. Karena banyak amal ibadah yang tidak dapat ditunaikan, kecuali dengan harta yang memadai seperti zakat dan haji. Islam melarang umat-Nya untuk menjadi orang miskin karena rentan dengan kekufuran dan kesyirikan,” jelas Din Syamsuddin. Dalam pidato kebangsaannya Din Syamsuddin berharap mahasiswa ITB-AD dapat menjadi saudagar-saudagar muda yang sukses, berkontribusi dalam bidang ekonomi dan bisnis dan dapat memanfaatkan hartanya untuk berjihad dijalan Allah SWT. Artikel Kuliah Perdana ITB-AD Tahun 2022, Usung Tema Generasi Muda, Pembangunan Daerah, dan Tantangan Masa Depan pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.
Dr. Saiful Anwar Terima Hibah Riset Dari King Fahd University of Petroleum & Minerals, Arab Saudi
Program Studi S-2 Keuangan Syariah Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta patut berbangga. Pasalnya, Dr. Saiful Anwar yang juga Ketua dari Program Studi tersebut, menerima hibah riset dari universitas bergengsi dunia. Pemberi hibah tersebut adalah King Fahd University of Petroleum & Minerals yang berbasis di Arab Saudi. Mengusung judul proposal “Genuine Profit Rate for Islamic Banks’ Deposit Products: Machine Learning Approach”, Saiful Anwar berhasil memikat hati penelaah proposalnya. Semoga prestasi ini dapat membawa kemajuan bagi dunia Islam, Indonesia, dan wabil khusus Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta. Selain itu, semoga prestasi ini dapat memberi inspirasi bagi seluruh civitas akademik untuk terus menghasilkan karya kreatif bagi kemajuan institusi di masa mendatang.
PKKMB ITB-AD, Wujudkan Generasi Socio-Technopreneur
Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dimulai sejak Senin (12/9) sampai Sabtu (17/9) bertempat di ITB-AD Kampus Ciputat. Program pengenalan ini penting dilakukan guna mendekatkan mahasiswa baru dengan lingkungan yang baru. Program ini juga dalam upaya mempercepat adaptasi dan mengatasi culture shock mahasiswa baru serta membangun sinergitas dan harmonisasi antara kampus dan mahasiswa baru. Pembukaan program ini dilakukan oleh Rektor ITB-AD Jakarta, Dr. Mukhaer Pakkanna, SE., MM dan dihadiri oleh Wakil Rektor I Sutia Budi, SE., M.Si, Wakil Rektor II Yayat Sujatna, SE., M.Si dan Wakil Rektor III Imal Isti’mal, SE., M.Si. Dalam Sambutannya, Mukhaer Pakkanna mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di kampus Socio Technopreneur University, ITB Ahmad Dahlan Jakarta. “Kampus kita memiliki tagline Socio Technopreneur University, besar harapan saya, anda semua akan mewujudkan itu semua, menjadi seorang entrepreneur yang memiliki nilai-nilai sosial dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi yang begitu pesat”, tutur Mukhaer. Mukhaer juga menyampaikan agar kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh suka cita, agar dapat menjadi kenangan yang indah di kemudian hari. Selain itu mukhaer berpesan agar kegiatan ini menggunakan pendekatan yang harmonis dan tidak boleh ada tindak kekerasan. Dalam pembukaan, diluncurkan buku Novel karya mahasiswa ITB-AD dengan judul “Anitya”. Pada sesi peluncuran buku ini, Rektor ITB-AD sangat mengapresiasi dan turut berbangga atas karya yang telah dipublikasikan ini. “Semoga karya ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, dan pesan moral pada buku ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya” pungkas Mukhaer. Artikel PKKMB ITB-AD, Wujudkan Generasi Socio-Technopreneur pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.
ITB-AD Gelar Dialog Nasional Kemerdekaan RI Bersama UAS dan Rocky Gerung
Dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) gelar Dialog Nasional bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Rocky Gerung sebagai narasumber pada Sabtu (20/8) di Auditorium Syafruddin Prawiranegara ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Dalam sambutannya, Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Mukhaer Pakkanna, berharap bahwa makna kemerdekaan harus ditegakkan, tidak sekedar selebrasi, ritual maupun rutinitas tahunan yang dilakukan. “Kemerdekaan itu kita wujudkan dengan bagaimana membebaskan bangsa ini dari segala macam penindasan, segala macam ketidakadilan dan ketimpangan, maka itu sebenarnya yang kita perjuangkan, itu misi dari kemerdekaan ini,” kata Mukhaer saat sambutan pada Sabtu (20/8). Mengawali dialog nasional yang juga disiarkan langsung melalui channel Youtube ‘ITB Ahmad Dahlan’ ini, Rocky Gerung selaku pengamat politik menyampaikan peranan vital Muhammadiyah terhadap pendidikan Indonesia. “Muhammadiyah sekarang punya 172 universitas, artinya dengan 5 juta mahasiswa. Jadi kalau satu jam aja dosen Muhammadiyah mogok ngajar, IQ bangsa ini drop,” tutur Rocky. Jadi bagus betul, kata Rocky, ITB Ahmad Dahlan Jakarta sebagai kampus berbasis Socio-Technopreneur. “Teknologi sekarang tumbuh secara eksponensial, kita sekarang masuk teknologi 4.0, tetapi kalau teknologi dan ekonomi tumbuh, secara 4.0, masyarakat mesti tumbuh di atas itu, Supaya masyarakat bisa mengawasi perkembangan ekonomi. Di negara Jepang yang sudah memasuki era teknologi 4.0, tapi masyarakatnya memasuki era 5.0,” ujar Rocky. Rocky berharap kegiatan dialog semacam ini harus sering digelar di kampus. “Kita ingin kampus memproduksi pikiran,” tegas Rocky. Di sisi lain, Ustadz Abdul Somad (UAS) banyak menjelaskan tentang demokrasi dan pentingnya menggunakan akal untuk berpikir. Menurutnya, dengan berdemokrasi sesungguhnya kita sedang dibebaskan untuk berpikir. “Bertarung itu, pertarungan argumentasi, pertarungan kata yang keluar dari pikiran,” kata UAS dalam pemaparannya pada Sabtu (20/8). Diakhir dialog, UAS memberikan motivasi kepada Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta untuk menjadi manusia yang bisa menciptakan sejarah. “Kalau ada mahasiswa berpikir engga usah lah vokal-vokal, engga usah ribut-ribut, yang penting nilai tinggi, IP empat, selesai matakuliah, KKN, habis itu kerja, setelah kerja, punya rumah, punya mobil, nikah, punya anak, liburan, apa beda kamu dengan kucing anggora, bagus kau tak usah jadi manusia, jadi ikan mas koki aja, kasih pelet, kasih pelet, kasih pelet, mati listrik, mati, selesai,” tungkas UAS. Artikel ITB-AD Gelar Dialog Nasional Kemerdekaan RI Bersama UAS dan Rocky Gerung pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.
Inta Hartaningtyas Rani Raih Best Presenter di ICBAE 2022
Berita menggembirakan datang dari salah satu dosen Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan-Jakarta, yaitu Inta Hartaningtyas Rani, MBA yang penerima penghargaan sebagai presenter terbaik (best presenter) pada event konferensi internasional ICBAE (International Conference of Business, Accounting and Economics) tahun 2022. ICBAE merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyab Purwokerto (UMP) bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di tanah air, dimana Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan merupakan salah satu co-host. ICBAE tahun 2022 dilaksanakan secara hybrid (online dan offline) mengusung tema “Innovation in Economic, Finance, Business, and Entrepreneurship for Sustainable Economic Development” berlangsung dari tanggal 10-11 Agustus 2022. Sebagai perhelatan internasional, ICBAE tahun ini turut didukung oleh universitas-universitas ternama luar negeri seperti Coventry University-England, University of New Orleans-United States, International Islamic University-Malaysia, dan University of Debrecen-Hungary. Makalah yang dipresentasikan oleh Inta Hartaningtyas Rani adalah tentang Student Job Expectations. Selain Inta, turut serta sebagai penyaji paper dari Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, yaitu Isnan Hari Mardika, SE, MM yang mempresentasikan paper tentang intellectual capital, Tri Budi Astuti, MM memaparkan hasil penelitiannya tentang Understanding Nazir Muhammadiyah, dan Jara Hardiyanti Jalih, MM tentang Moderation of Institutional Ownership, sementara Lestari Adhi Widyowati, MM menyajikan papernya tentang financial performance.
ITB-AD Jakarta Rancang Pedoman Kehumasan
ITB Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) dalam waktu dekat akan mengeluarkan Pedoman Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR). Hal ini dimaksudkan agar kampus memiliki pedoman yang jelas dalam kehumasan dan juga memastikan adanya tujuan komunikasi yang akan dicapai. Menurut Aswad Iskak, dari Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) saat mengisi workshop Pengembangan Humas Batch II Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) bahwa tujuan komunikasi harus spesifik dan mencakup awareness, knowledge, understanding, belief, perception, attitude and behavior change. “Kampus harus rutin mengevaluasi program humas untuk mengukur capaian hasil program humas dan melakukan review strategi yang telah dijalankan,” ujarnya Iskak pada Kamis, (4/8). Iskak menambahkan bahwa dengan evaluasi yang rutin akan mendapatkan gambaran pengalaman/pelajaran dari pelaksanaan program humas dan menjadi bahan rencana tindak lanjut program humas berikutnya. Sebagai informasi, workshop ini digelar oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Kamis -Ahad (4/8/22) bertempat di Hotel Grand Rohan Ballroom Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kinerja Humas PTMA Se-Indonesia. Artikel ITB-AD Jakarta Rancang Pedoman Kehumasan pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.
Humas ITB-AD Jakarta Siap Tingkatkan Publikasi Berbasis Riset di Media
Humas perguruan tinggi saat berinteraksi dengan media massa, seharusnya jangan berdiri di atas sepatu sendiri. Humas harus berdiri dari perspektif orang lain. Ini memunculkan tiga pertanyaan penting bagi humas, yaitu layak kah peristiwa di kampus diliput media, sebesar apa cakupannya, dan platform media yang sesuai. Hal ini disampaikan oleh Hendrawan Setiawan, reporter CNN Indonesia dalam workshop Pengembangan Humas Batch II Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Workshop ini digelar oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (4/8/22) bertempat di Hotel Grand Rohan Ballroom Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Informasi yang disukai jurnalis dari kampus adalah peristiwa yang penting, penemuan baru dari sivitas akademia di kampus, dan respon para akademisi di kampus terhadap isu terkini yang sedang menjadi pemberitaan media,” terang Hendrawan. Hendrawan juga memberikan catatan penting bahwa agar berita kegiatan di kampus disukai televisi dan fotografer harus ada aspek visual yang menarik. Sejalan dengan itu, dalam rangka meningkatkan publikasi pemberitaan di media, humas ITB Ahmad Dahlan Jakarta mengikuti workshop tersebut. ITB Ahmad Dahlan Jakarta hadir dengan diwakili oleh Renita Pratiwi selaku Staf Humas ITB Ahmad Dahlan Jakarta. “Harapannya, setelah mengikuti workshop ini, pemberitaan ITB Ahmad Dahlan Jakarta meningkat dengan pesat, khususnya berbasis riset. Publikasi yang sering dilakukan selama ini masih berbasis respon akademisi dan prestasi, minim pemberitaan berbasis riset,” ujarnya staf yang akrab dipanggil Rere ini, Kamis (4/8) saat memberikan keterangan melalui pesan WhatsApp. Selain itu, Rere juga menyebutkan bahwa untuk merealisasikan tentu Humas akan berkolaborasi dengan Lembaga Penilitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) serta para Dosen dan Mahasiswa. Artikel Humas ITB-AD Jakarta Siap Tingkatkan Publikasi Berbasis Riset di Media pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.
ITB-AD Jakarta Ikuti Kegiatan Pengembangan Humas PTMA
Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) turut serta dalam kegiatan Pengembangan Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Batch 2 yang dilaksanakan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada Kamis-Ahad (4-7/8) bertempat di Hotel Grand Rohan Ballroom Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan yang diikuti humas PTMA Se-Indonesia ini dilaksanakan mengingat peran humas kampus yang sangat strategis. Selain bertugas menjalin komunikasi internal dan eksternal, jajaran humas harus memiliki kemampuan yang baik dalam menjaga brand image institusi/perguruan tingginya di tengah masyarakat. “Keikutsertaan kami tentu dalam rangka meningkatkan kinerja kehumasan di ITB Ahmad Dahlan Jakarta agar mencapai reputasi yang baik. Dengan reputasi tersebut, maka kepercayaan publik terhadap ITB Ahmad Dahlan Jakarta semakin tinggi,” jelas Imal Istimal, SE., M.Si. selaku Wakil Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta yang membidangi Kehumasan pada Kamis, (4/8) melalui keterangan resminya. Yamadipati Seno, redaktur Mojok sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan ini, mengungkapkan bahwa memperlakukan media sosial institusi sebaiknya dikelola layaknya pasangan hidup kita. Akun media sosial kecenderungannya menjadi sangat personal, informatif, otentik, dan memenuhi ekspektasi audiens. “Otentik menunjukan media sosial akan diingat oleh audiens. Untuk mencapai otentik, humas harus melakukan riset sehingga didapatkan konsep yang kuat sebelum melakukan unggahan konten,” ujar Seno pada Kamis (4/8). Seno menjelaskan bahwa ketika sesuatu menjadi viral, terjadi cross platform dengan terunggah di berbagai platform. Oleh karenanya, mitigasi menjadi penting dalam mengelola isu yang terjadi di media sosial. Masih menurut Seno, Ia menyampaikan bahwa warganet media sosial inginnya hemat waktu dimana konten isinya komplet, informatif dan solutif. “Fokus pada solusi dan berusaha proaktif, bukan reaktif di beberapa isu,” pungkas Seno. Artikel ITB-AD Jakarta Ikuti Kegiatan Pengembangan Humas PTMA pertama kali tampil pada Official Website ITB Ahmad Dahlan.