Tim pengusul program Matching Fund Kedaireka tahun 2022 diundang untuk wawacara verifikasi kelayakan dan RAB (Rencana Anggaran Biaya) pada Selasa, (21/06) di Holiday Inn & Suites-Jakarta, yang sebelumnya usulan atau proposal tim dari ITB Ahmad Dahlan dinyatakan lolos administrasi. Turut duindang pada acara tersebut Ketua tim pengusul: Berlianingsih Kusumawati, Perwakilan ITB Ahmad Dahlan: Dr. Pitri Yandri, dan Aminudin, dan tim dari Mitra (Desa Cinoyong, Pandeglang-Banten): Hanapi dan Abdulhak.

Pada kesempatan itu, Berlianingsih sebagai ketua tim menyampaikan bahwa kegitannya yang berjudul: Implementasi Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Menuju Desa Mandiri 2030, merupakah hasil dari berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara kampus ITB Ahmad Dahlan dengan Mitra (Pemerintah Desa setempat).

Kagiatan program Matching Fund ini juga merupakan hasil Kerjasama atau kolaborasi tiga kampus, yaitu Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB Ahmad Dahlan), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan STIE Manajemen Industri dan Jasa Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, tim verifikator mewawancarai perwakilan perguruan tinggi secara daring (online). Verifikator Matching Fund, Prof. Dr. Lilis Nuraida dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) meminta penjelasan kepada ITB Ahmad Dahlan atas pengelolaan dana Matching Fund, Monitoring dan Evaluasi (Monev), Pengadaan Barang, dan kaitan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dr. Pitri Yandri selaku perwakilan ITB Ahmad Dahlan. Termasuk menjelaskan tentang kesiapan mitra, yang intinya adalah ITB Ahmad Dahlan sudah mempersiapkan diri melalui mekanisme atau regulasi dalam mengelola dana Matching Fund nantinya. Pihak kampus akan memastikan penggunaan dana dan terealisasinya luaran yang telah dijanjikan.